Mas Bambang mengangguk- angguk mendengarkan ucapakanku. Bokep Family Kadang-kadang ia memberikan uang belanja lebih padaku. Sikap diamku ini diartikan lain oleh Mas Bambang. Tetapi aku tidak pernah mengeluh. Aku makin tidak enak hati mendengar ucapan rayuan-rayuan gombalnya itu, Tetapi aku mencoba menahan diri, karena Mas Bambang berutang uang kepadanya.Dalam hati aku berdoa agar Mas Bambang cepat pulang ke rumah, sehingga aku tidak perlu berlama-lama mengenalnya. Selama hidup baru pertama kali ini, aku pergi untuk menginap di hotel. Setelah Bondan pulang, Mas Bambang memintaku menyiapkan makan malam.Dia menikmati sajian makan malam tanpa banyak bicara, Aku juga menanyakan apa saja yang dibicarakannya dengan Bondan. Ternyata Bondan tidak seburuk yang kubayangkan, memang matanya terkesan liar dan seakan mau melahap seluruh tubuhku, tetapi sikapnya dan perlakuannya kepadaku tetap tenang,




















