Ia menggelinjang saat kumemasukkan jari tengahku ke liangnya. “Ada apa?” tanyaku. Film Porno Nafasku tercekat saat ia melepas baju putih tipisnya. Gerakan tubuhnya yang menempel di tubuhku, aroma wewangian dari kulitnya. Saat aku bergerak hendak bergeser, jemarinya meraih lenganku. Mataku berkunang- kunang beberapa saat kemudian. “Maaf,” kataku, “aku tak bermaksud…”
“Kamu masih perjaka,” bisiknya memotong sambil tersenyum. “Apa yang lucu?” tanyaku. Gerakan tubuhnya yang menempel di tubuhku, aroma wewangian dari kulitnya. Semua kesan romantisme hilang dalam sekejap. “Tentu saja,” katanya,
“aku juga minta maaf. “Ini,” ucapku seraya menyodorkan gelas di tanganku. “Ada apa?” tanyaku. Nafasnya masih terengah. “Baiklah,” ucapnya, “ke sini. Sudah sering kudengar tentang hal ini dari canda teman-temanku. Kami lalu berkenalan dan berjabat tangan.




















