Syukurlah aku masih memiliki orang tua yang mencintaiku. Bokep Jepang Dengan cekatan ia mendekap tubuhku dari belakang, tangannya kembali melingkari perutku. Aku kembali ke cubicalku untuk meneruskan pekerjaanku, namun bagaimanapun aku tidak bisa berkonsentrasi dengan baik lagi karena masih terbayang-bayang kejadian di ruang Pak Hendro tadi, selangkanganku terasa sangat basah.“Devi…Devi…come on, you must finish this one!” aku menyemangati diriku sendiri sambil meminum kopi dari gelasku.Susah payah aku menghimpun lagi konsentrasiku dan mulai kembali memasuki dunia angka-angka pada daftar rekap di meja kerjaku. Tak lama kemudian…yess…selesai sudah bagian akhir dari tugas yang sangat melelahkan ini.




















