Tdk terlalu ayu. Aq tdk tahan. Bokep Arab Aq tiduran sambil baca majalah yg tergeletak di rak samping tempat tidur kecil itu. Hap. Aq menanti dengan debaran jantung yg membuncahbuncah. Ah sialan. Satu dua, satu dua. Aq menurut saja. Yes. Oh ya. Lha wong Mbak Iin menutupi wajahnya begitu. Apakah suaraku mengganggu ketenangan mereka?Pelanpelan suaranya kan bisa Dek, sang supir menggerutu sambil memberikan kembalian.Aq membalik arah lalu berjalan cepat, penuh semangat. Dadaku mulai berdegup lagi. Lalu asyik membuka tabloid. Kerjaan yg menumpuk sama merangsangnya dengan seorang perempuan dewasa yg keringatan lehernya, yg aroma tubuhnya tercium. Makin lama suara sepatu itu seperti mengutukku bukan berbunyi pletak pelok lagi, tapi bodoh, bodoh, bodoh sampai suara itu hilang.Aq hanya mendengus.




















