Dan akhirnya, “Oh.., oohh.. Bokeb “Nggak pa-pa Mas.., khan lagi sepi.” katanya dengan enteng seakan mengerti yang kupikirkan. Sambil masih kugerakkan batangku, tanganku berusaha mencapai buah dadanya. Kata temenku kalo jarinya masuk dengan kasar, ‘anunya’ jadi sakit.”
“Iya deh..!” jawabku. Maka datanglah sepupuku tadi.Sepupuku (selanjutnya aku panggil Anita) orangnya sih tidak terlalu cantik, tingginya sekitar 160 cm, dadanya masih kecil (tidak nampak montok seperti sekarang). Sementara aku mengelus selangkangannya, Anita mencengkeram pahaku sambil bibirnya digigit pelan tanda menikmati balaianku. Karena memang aku kurang peduli dengan hal-hal seperti itu. Serasa aku puas dan juga letih. Kubisiki dia, “Heh ada orang tuh..! Oh, iya aku tinggal di kota L. Kucabut jariku dari kemaluannya, kulihat masih ada noda merah di jariku. Aku diam sejenak dan bernapas. Kuraba bibir




















