Perkenalkan namaku Adam. Kedua telapak tangannya bersandar pada perutku seiring gerakan “upside down” yang dilakukannya.Mungkin karena posisi itu cukup menguras energi, ia pun berebahkan dirinya di atas tubuhku. Bokep Arab Ia langsung menyaut kata-kataku sambil tangannya masih saja memegang lenganku.Aku membalikan badan dan kami kembali saling berhadapan.“Atau mbak mau menerima cintaku dan tetap disini …?” jawabku.Tanpa menunggu jawaban darinya, kudekatkan wajahku dan melayangkan ciumanku ke wajahnya. Jam biasanya mbak Ratih memang bersiap pulang menunggu jemputan.“Kopinya dimeja ya mas … Oya besok apakah saya masih boleh datang mas?” tanyanya.“Iya makasih mbak… tentu boleh donk mbak…tapi sebentar mbak…” kataku. Bahkan ibuku pun tampak menyayangi mbak Ratih. Pertanyaan skak mat dari mbak Ratih membuatku meringis menyadari kebodohanku.Sudah kepalang basah, entah baik atau jelek ahkirnya kuberanikan diri untuk bertanya




















