Creambath? Bokep Indo Ia tidak membalas tapi lebih ramah. Kali ini dengan telapak tangan. Ah.., selangkanganku disentuh lagi, diremas, lalu ia menjamah betisku, dan selesai.Ia berlalu ke ruangan sebelah setelah membereskan cream. Mungkin sapu tangan ini saja suatu kealpaan. Langkahku semangat lagi. “Masih sepi ini..!” kataku makin berani.Kemudian aku merangkulnya lagi, menyiuminya lagi. Aku tiduran sambil baca majalah yang tergeletak di rak samping tempat tidur kecil itu. Pintu salon kubuka.“Selamat siang Mas,” kata seorang penjaga salon, “Potong, creambath, facial atau massage (pijit)..?”
“Massage, boleh.” ujarku sekenanya.Aku dibimbing ke sebuah ruangan. Ke mana ia? “Ini..,” kutunjuk pangkal pahaku.“Besok saja Sayang..!” ujarnya.Ia hanya mengelus tanpa tenaga. Bodoh, bodoh, bodoh. Napasnya tersengal.




















