Ibu tidak curiga dan sama sekali tidak mengira kelau kepergian suaminya sebenarnya tidak ke kantor, melainkan kembali ke kios untuk nemperkosaku.Waktu itu sudah pukul sepuluh malam dan kios sudah lama aku tutup. Bagaimana tidak? Bokep Colmek Siang itu ibu menyuruhku mengambil beberapa barang di rumah Pak Herman karena persediaan di kios habis. Lamalama mereka jadi akrab dan lebih banyak ngobrolnya daripada minum jamu. Aku harus segera pulang agar ibu tidak menunggununggu. Rasa takut dan kasihan kepada ibu membuat aku luluh. Sepeda itu ada di rumah Pak Herman dan adik harus diambil nya sendiri.Tentu saja adikku amat gembira dan ketika Pak Herman menyarankan agar adik tidur di rumahnya, adik setuju dan bahkan ibu dengan senang hati mendorongnya. Padahal aku tidak ke rumah siapasiapa.




















