Ahh.. Bokeb kumohon jangan,” pinta wanta ayu itu terus.Aku hanya tersenyum. sama-sama kesepian, kenapa tidak kita salurkan bersama,” kataku merajuk sambil terus berusaha mendekatinya tapi wanita montok itu terus menghindar.“Ingat Dik, saya sudah bersuami dan sedang hamil!!” Dia terus menghiba. ss..” Akhirnya wanita itu mulai pasrah tanpa perlawanan.Nafasnya mulai tersengal-sengal. serr..” spermaku menyemprot di dalam rahimnya bersamaan dengan maninya yang keluar lagi.Kemudian kami ambruk bersamaan di ranjang. Secepat kilat aku menyambar tangannya, lalu dengan cepat kutarik dia dan kujatuhkan di atas ranjang dan secepat kilat kutubruk tubuh indah wanita itu, dan wajahnya kuhujani ciuman tapi dia terus meronta sambil berusaha mengelak dari ciumanku. “Yahh.. Aku langsung mengambil handukku dan melilitkannya kepinggang, namun tak bsa menyembunyikan kontolku yang berdiri.




















