Yang paling menyedihkan adalah, aku sama sekali tidak pernah dikenalkan ataupun berjumpa dengan kerabat ayah maupun ibu. Dia memperhatikanku sejenak dan senyuman misterius itu hadir lagi.Dia pun membungkukkan tubuhnya,
“Hey, tukang ngintip cilik. Bokep Tobrut Dia membuka pintu dan melihat diriku mematung sambil menangis di sana. Diam-diam, aku kagum dengan penampilan Erik dan Tomi yang sangat menarik. Kehadiran mereka membuatku setidaknya “lupa” akan kemalangan yang baru saja menimpaku. Aku pun berteriak lebih keras dari sebelumnya.“Ohh..Maria.”
Aku merasakan tangan Erik meremas pinggulku dengan kuat. Aku melihat Erik mulai menciumi bibir wanita itu dengan penuh nafsu. Aku memekik dan mulai menangis. Senyuman misterius menghiasi wajahnya. “Mulai saat ini, aku-lah yang akan merawat dan mengurus Maria. Hari itu, aku mulai merasa bosan di rumah dan Erik belum pulang dari kantor.




















