Esoknya,dari rumah kuitungitung waktu. Bokep Jilbab/Hijab Dadaku tibatiba berdegupdegup.Bang, Bang kiri Bang..!Semua penumpang menoleh ke arahku. Toh, sisetengah baya itu pasti sudah lebih dulu tiba disalonnya. Ia malah melengos. Napasnyatersengal. Jangan dimasukkan dulu Sayang, aku belumsiap. Akumeringis merasai sentuhan kulit jarinya. Akumeringis merasai sentuhan kulit jarinya. Tunggu apa lagi. Jagain sebentarya..!Ya itulah kabar gembira, karena Wien lalu mengangguk.Setelah mengunci salon, Wien kembali ke tempatku. Napasnyatersengal. Jangan di sini..! Pintu salonkubuka.Selamat siang Mas, kata seorang penjaga salon,Potong, creambath, facial atau massage (pijit)..?Massage, boleh. Di mana? Pasti terburuburu. Membuatku tidakberani. Ah sial. Untung ada tissue yang tercecer, sehinggaada alasan buat Wien.Ia mengambil tissue itu, sambil mendengar kabargembira dari wanita yang menunggu telepon. Hangatnya,biar begitu, tetap terasa.




















