dan harap jangan bandingkan dengan wajah Al Ghazali… mending mah bandingin dengan wajahnya Dzumafo epandi atau Osas Saha… rada adil kalo sama itu mah…
kali kedua aku kaget mendengar suara dering…. tak lupa dibawanya berbagai barang belanjaan dapur…. Bokep Live kutatap wajahnya… ya ia menangis tapi ia bahagia ” aku sudah serahkan kesucianku sebagai seorang wanita kepadamu… dan aku akan menuruti katamu sebagai pemimpinku hun..” ucapnya pasrah penuh cinta…. sesampainya dikamar ia mendorong tubuhku yang mencoba memeluknya sambil matanya menatapku hangat… ia melepaskan ikat rambutnya yang lurus dan halus… lalu dilepasnya tanktop yang membalut tubuh mungilnya…. ” Huuunn… penuh banget rasanya memekku hunn…” ucapnya dengan nafas mulai cepat… ia terus memompa tubuhnya denga gerakan aduhai… naik turun kadang maju mundur, saat ia bergerak naik turun aku




















