Mas, aku kan mau buat laporan, ruang kerjanya boleh aku pakai kan mas?” lanjut ratih. Wajahnya mulai kemerahan, ku rasa dia tahu apa maksudku. Bokep Mama Wajahnya mulai kemerahan, ku rasa dia tahu apa maksudku. “ngerjain laporan atau yang lain?” sindirku. Desahan ratih semakin hebat, dan dia tidak tau kalau aku memperhatikannya “oohhh.. Hmm.. Aku puas dan kutinggalkn dia yang masih terdiam. Tok tok tok… “siapa?” Tanya nya dari dalam kamar. Sudah selesai laporannya?” “sudah mas.” Jawabnya. Namun ada sesuatu yang aneh, ku lihat tangannya mulai meraba-raba nenennya sendiri. “Jangan khawatir, kita udah sama-sama dewasa, maklum, aku pun tidak akan cerita ke kakakmu.” Kataku sambil melihatkan hasil rekaman yang ada dihp ku.




















