kayaknya ini malam yg tak terlupakan…” komentar si Hendi yg duduk di samping Peter yg mengemudikan mobil ketika aku masuk. Akhirnya aku memutuskan untuk berbicara sesuatu yg menyenangkan.“Tapi kalau kamu nggak berputus asa, kamu akan menemukan lelaki kedua yg sangat mencintai kamu,” kata aku.Sebenarnya perkataan ini hanya untuk menghibur dia. Bokep Asia Habis memarkir mobil, Peter memimpin kami ke dlm (soalnya dia telah sering ke sini). Aku sendiri telah bercanda kemana-mana dengan si Dian, kadang tersenggol buah dadanya yg montok, kadang aku meletakkan tangan aku di pahanya yg mulus.Habis hampir dua jam bernyanyi, aku memperhatikan Diah berjalan keluar. Kami yg dibelakang harus membungkuk dan bersembunyi. Memang teman aku ini tutur bahasanya sangat sopan dan halus.Tapi kami-kami ini semuanya terlihat sopan dan polos lho.




















