Dia nampak berusaha menenangkan aku, dengan cara menekan mentalku, seakan meniupi telingaku. Bokep Mama Orang yg kuingkari.. Tetapi segala ocehanku langsung bungkam saat bibirnya melumat bibirku.Segala tolakan tanganku langsung luruh saat tangannya memilin pentil-pentilku. Sayang..”, aku melihati matanya dan mengangguk kecil.Sesungguhnyalah aku tak begitu kecewa. Aku heran dengan perilaku kasarnya itu. Aku lega karena dia termasuk orang terpelajar dan punya identitas.Dia tdk liar. Aku tak tahu kapan dia melepasi celananya, tahu-tahu penisnya sudah menyodokki kemaluanku dari arah belakangku. Aku menghindarkan tatapan matanya. Kalau toh ada poles di sana, itu adalah ‘touch’ yg lahir dari sikap budaya sebagaimana manusia yg memang memiliki rasa dan pikir.Demikian pula yg berkaitan dengan kecantikan.




















