Bahkan Nyonya Wulandari sendiri tidak tahu. Kurang..?”, tanyanya. Bokeb Tidak ada yang tahu kalau aku punya cukup banyak simpanan di bank. Dan membiarkannya tergeletak di lantai.Mataku seketika jadi nanar dan berkunang-kunang. “Boleh saya lihat ” ujarku meminta ijin. Tanpa membuang-buang waktu lagi, aku bergegas meniggalkan rumah itu. Betapa tidak, ternyata Nyonya Wulandari tidak pernah puas kalau hanya satu atau dua kali bertempur dalam semalam. “Tidak, Nyonya. Karena Nyonya Wulandan memang tidak segan-segan memberiku uang dalam jumlah yang tidak sedikit. Aku sempat memberinya sebuali kecupan kecil dibibirnya, sebelum memejamkan mata. Sementara pakaianku sudah basah oleh keringat. Beberapa kali Nyonya Wulandari memekik dan mengejang tubuhnya.




















