Aku semakin yakin kalau Papiku memakai obat kuat yang dimasukan kedalam Teh hangatnya. Aku hampir tak percaya mendengar ucapan itu keluar dari bibirku sendiri. Bokep China ”, kataku terbata-bata dengan terpaksa.Aku sebenarnya sangat malu mengatakan ini. Kedua pahaku mengempit muka Papi seolah ingin menutupi ke dalam selangkanganku. Akan tetapi Papiku makin mendesak maju menghampiriku dan duduk persis di sampingku. Ayolah, Papi kan sudah lama merindukan untuk bisa menikmati tubuh kamu yang langsing dan padat ini Nak… !!!! Kuakui ia memang pandai membuat birahiku memuncak mengalahkan kehebatan pacarku.Kini aku sudah lupa dengan siasat semula. ”, Tanyaku kepada Papi.“ Pake deh sana, main sana biar gak ada yang curiga ”, Papi pun menjawab sambil memberikan kunci mobilnya.“ Makasih ya Pi ”, ujarku sambil mencium pipi Papi.Lalu Aku-pun




















