Kutempelkan di pintunya yang sempit itu.. “Ehhhhh mmas Rafiii..?!?!?” rengeknya sambil menjambak rambutku.. Bokeb lalu kutaburkan garam sebanyak-banyaknya di atas tubuh kedua lintah yang seharusnya kuberi tanda jasa itu karena memberi kesempatan menelanjangi Maria di hadapanku.. “Mas.. perlahan tapi pasti terus ke atas… sejenak ia berhenti di urat di bawah kepala penisku dan menggigitnya..”Yaaaahhh..ouwww Ria.. “. perlahan tapi pasti terus ke atas… sejenak ia berhenti di urat di bawah kepala penisku dan menggigitnya..”Yaaaahhh..ouwww Ria.. “I don’t mind.. pakaian kering ada di ransel satu lagi yang kulepaskan ketika terjun ke sungai.. otot perutku yang berbentuk kotak-kotak kecil…. boleh kau melamarku tapi biarkan aku menyelesaikan studi ku.. yang penting kuliah selesai dulu.. cut it out..




















