“Sekarang mau kemana lagi” pancingku. Bokep Montok “Dingin ya?” tanya Ida. Berbagai minggu kemudian ketika hari libur aku ke rumahnya. Makanya waktu itu aku berani aja. “Terserah kalian saja”.Kuajak dirinya jalan mutar-mutar di Matahari lihat-lihat baju dan kosmetik. “Jam dua belas lewat” jawabnya. Tanganku mulai gerilya, merayap di sekujur tubuhnya. “Sekarang istirahatlah lagi agak lama dari yang tadi,” sambil mengatakan begitu jari tangannya memegang erat jari tanganku. Berbagai lama kemudian entah sebab dongkol alias lelah sebab perasaan
“menggantung” akupun tertidur. Ia melepaskan diri dari pelukanku dan membuka tasnya. Ia janda cerai beranak satu. Aku menurut saja dan berpikir lagi, pastilah dirinya tidak bermaksud untuk mengecewakanku. Ida duduk di samping pinggangku menghadap ke arah kepalaku. Nyatanya dirinya mengenakan celana singkat santai sebatas lutut di dalamnya.




















