Sehingga Mama Weni bersibuk diri dengan berjualan berlian.Aku tinggal bersama istriku di rumah ibunya, walau aku sndiri punya rumah tapi karena menurut istriku, ibunya sering kesepian maka aku tinggal di “Pondok Mertua Indah”. jadi agak telat…”“Nadia… pulangnya kapan?”“Ya… kira-kira hari Rabu, Ma… Oh.. Bokep Ojol kalau gitu kamu harus puasin Mama yach…”“Ok… Mah…”Mulut mungil Mama Weni sudah menyentuh kepala batangku, dijilatnya dengan lembut, rasa lidahnya membuat diriku kelojotan, kepalanya kuusap dengan lembut. Dia sedang menonton TV di ruang keluarga.“Eh, Mama.. Tiba-tiba Mama menyuruhku untuk memijat dirinya.“Tom, kamu capek nggak, tolong pijatin leher Mama yach… habis pegal banget nih…”“Dimana Ma?”“Sini.. agghhh.. kamu.. Aku pun bangga mempunyai istri secantik dia. Mama… keluar nich Tom… kamu belum yach..?” Aku tidak menjawab karena tubuhnya kuputar dari posisi terlentang dan




















