Daging bulat yang ‘mengkal’. Aku masuk ke Plaza, cari tempat parkir yang aman, di belakang bangunan. Bokep Crot Sementara aku kembali ke tempatku. Sari mempercepat lagi, sampai bunyi. Rupanya Sari berpikiran sama. “Kamu sendiri deh”. Segera kurebahkan jok Sari sampai rata, kuserbu bibirnya. Celanaku terasa sesak. Kulepas tanganku dari “susu segar” Sari, aku belok kiri. Kulihat Sari berdiri di tepi jalan, tapi tak sendirian. Beberapa saat kemudian. Tak begitu besar tapi padat. Aku mengalah, toh masih banyak kesempatan. Tangannya kutuntun ke selangkanganku. Sari memang pintar berimprovisasi. Sari bukannya mempercepat, malah melepas. Kuminta Sari melepas kulumannya, banyak orang lalu-lalang. “Dicepetin.., Sar..”. “Hampir Cihampelas”, jawabku. Lepas dari kemacetan tiba-tiba Sari memberi tawaran yang nikmat.




















